
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Subdirektorat Mobilitas Akademik Universitas Negeri Surabaya (Unesa)mengadakan gelar karya mahasiswa melalui program Bootcamp Unesa Kewirausahaan (Bonek) Batch 2 bertajuk Student Impact Venture Showcase 2025: Where Academic Rigor Meets Entrepreneurial Spirit di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan pada Rabu, 10 Desember 2025.
Pameran ini dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan dua narasumber yang merupakan profesional di bidang kewirausahaan dan pemasaran, yakni Hendy Setiono, Owner Kebab Turki Baba Rafi, dan Dhebby Silvia Putri, Marketing Communication Toby’s Chicken.
Agenda ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang pengetahuan kewirausahaan sekaligus memperkuat literasi bisnis dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang.
Suguhkan 91 Karya

www.unesa.ac.id
Kepala Subdirektorat Mobilitas Akademik, M. Jacky menyampaikan bahwa kegiatan kewirausahaan ini diikuti total 681 mahasiswa dari 15 program studi. “Para peserta tergabung dalam 91 kelompok dan menghasilkan 91 karya yang dipamerkan dalam ajang gelar karya ini,” terangnya.
Direktur Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran Unesa, Rooselyna Ekawati, menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi dan misi Unesa dalam mendorong mahasiswa menjadi wirausaha.
“Selain memamerkan hasil karya, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang merupakan praktisi dan pebisnis andal agar mahasiswa memperoleh masukan langsung dari ahlinya,” ujarnya.
Talkshow Entrepreneur

www.unesa.ac.id
Pada materi pertama, Hendy Setiono membawakan topik “Entrepreneur for Impact: Pilar Pengembangan Usaha untuk Wirausaha Muda”. Ia menyoroti sejumlah komponen penting dalam membangun bisnis, meliputi, ilmu pengetahuan, inovasi, strategi, niat yang kuat informs dan teknologi.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada era saat ini dinilai mampu membantu proses pengambilan keputusan melalui analisis data logistik dan geografis. Dengan demikian, AI dapat berperan sebagai konsultan bisnis yang sangat membantu para wirausahawan.
Pada materi kedua, Dhebby Silvia Putri membawakan topik “Bridging Academia, Community, and Industry”. Ia menegaskan bahwa masa kuliah adalah laboratorium yang paling nyata untuk menemukan identitas dan kapasitas diri.
Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi dan berkontribusi. Melalui aktivitas tersebut, mereka tidak hanya melatih kepemimpinan dan kemampuan pemecahan masalah, tetapi juga membangun mentalitas sebagai wirausahawan yang memiliki inisiatif tinggi.
Model Bisnis One Stop Solution

www.unesa.ac.id
Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan gelar karya yang menampilkan 33 booth dengan kategori food and beverage (F&B) dan 13 booth kategori non-F&B.
Arza Deva Asmaradana, mahasiswa Prodi Bisnis Digital yang mengikuti kegiatan Bonek pada batch 2, memperkenalkan model bisnis one stop solution, yang merangkum berbagai kebutuhan layanan kustom servis motor, mulai dari servis mesin, bore-up, pengecatan hingga modifikasi dalam satu layanan.
“Jasa ini kami sediakan komplit di satu tempat untuk menjawab kebutuhan, karena di tempat lain itu masih belum banyak yang menyediakan jasa servis, bore-up, dan pengecatan sekaligus,” ucapnya.
Model bisnis tersebut tidak berhenti di pameran saja, ia dan timnya berencana mengembangkan bisnis itu agar bisa menjangkau lebih banyak yang membutuhkan layanan one stop solution. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: