
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Teater Institut Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menggelar kegiatan tahunan IKRAB 8 Teater Institut 2025 dengan mengusung tema “Panggung Tak Bersuara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, bertempat di Panggung Terbuka Kompleks UKM Bersama, Kampus 1 Ketintang.
Pimpinan Produksi IKRAB 8, Muhammad Abi Fadlil Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang hangat dan membahagiakan bagi seluruh peserta.
“Harapannya, IKRAB tidak hanya menjadi ruang diskusi yang serius, tetapi juga meninggalkan kesan bahagia; tempat kita merasa diterima, didengar, dan pulang dengan semangat baru,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Teater Institut Unesa, Muhammad Hamas Rifki, menegaskan bahwa IKRAB tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga ajang adu gagasan dan pertukaran pemikiran antar komunitas teater.
“IKRAB adalah ajakan untuk membangun kebersamaan berbasis diskusi. Kami mengundang berbagai wilayah di Jawa Timur untuk saling bertukar pandangan dan gagasan. Tema ‘Panggung Tak Bersuara’ kami hadirkan sebagai ruang dialog kritis, di mana pertunjukan menjadi pemantik wacana, bukan tujuan akhir,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Dalam kegiatan ini, turut hadir komunitas teater yang menampilkan pementasan, antara lain Saung Art-MA SMAN 8 Surabaya dengan karya berjudul Rumah Sang Merak Malam serta Teater Gapus Universitas Airlangga melalui pementasan Pemintal Kegelapan dalam Malam Hari.
Diskusi semakin diperkaya dengan kehadiran dua pemantik, yakni Luhur Kayungga, Sutradara Teater Api Indonesia Surabaya, dan Arief Kriying, Akademisi Teater Unesa. Keduanya mengulas teater sebagai medium kritik sosial dan politik di Indonesia.
IKRAB sendiri dimaknai sebagai dekat, rapat, dan akrab, selaras dengan tujuan kegiatan sebagai wadah bagi pelajar, mahasiswa, seniman, dan masyarakat umum untuk membangun kedekatan dalam berpikir, berekspresi, dan berkolaborasi.
Fokus diskusi pada “Kritik Sosial dan Politik Indonesia” menempatkan teater sebagai media ekspresi kolektif yang berani, menggugah kesadaran, serta menegaskan perannya sebagai suara keadilan dan perubahan sosial.
Melalui IKRAB 8, Teater Institut Unesa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang alternatif dialog seni yang reflektif dan relevan dengan realitas sosial masyarakat hari ini. ][
***
Reporter: Zakariya Putra Soekarno (Fisipol)
Editor: @zam*
Foto: Tim Teater Institut Unesa
Share It On: