
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Mengelola kesehatan mental melalui pendekatan spiritual menjadi inti dari kegiatan "Qur’an Journaling" yang diselenggarakan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (DPPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Ruang 503, gedung Rektorat, lantai 5, Kampus 2 Lidah Wetan, pada Senin, 27 April 2026.
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian "Bulan Anti Kekerasan" sebagai wadah bagi mahasiswa sehingga lebih rileks dalam menjalani aktivitas akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat melalui keterbukaan dan kejujuran pada diri sendiri.
Dina Rahmawati, alumni Ilmu Komunikasi Unesa angkatan 2019 yang hadir sebagai pemateri, menjelaskan bahwa journaling merupakan proses mencatat dan menguraikan perasaan untuk mengenali diri sendiri tanpa penyangkalan (denial).
"Tujuannya tentu berkaitan dengan kesehatan mental. Kami ingin mahasiswa merefleksikan apa yang mereka alami dan mengaitkannya kembali dengan spiritualitas melalui Al-Qur'an," ungkap tim dari Subdirektorat Kesehatan Mental DPPIS tersebut.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu diajak melakukan meditasi mendalam untuk memaafkan masa lalu dan memvisualisasikan masa depan yang bahagia.
Setelah mencapai kondisi rileks, para peserta dipandu untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an menggunakan metode 4T: tilawah (membaca), terjemah (memahami arti), tadabur (merefleksikan ayat dengan kehidupan), dan terapkan (menyusun rencana aksi nyata).
Al-Qur'an diposisikan bukan sekadar bacaan, melainkan sebagai syifa atau obat penawar bagi kegundahan hati.
Antusiasme terlihat dari para peserta, salah satunya Haris Mahilmi, mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2024. Ia mengaku bersemangat karena kegiatan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengkaji Al-Qur'an secara relevan dengan masalah sehari-hari.
"Secara keseluruhan saya merasa bahagia karena bisa mengkaji Al-Qur'an bersama teman-teman," ujarnya.
Kesan serupa disampaikan Aisyah Briliana Putri Kartika, mahasiswi BK lainnya, yang merasa mendapatkan pengalaman baru dalam mengombinasikan hobi journaling-nya dengan nilai-nilai Al-Qur'an.
Aisyah bahkan berkesempatan mempresentasikan hasil jurnal kreatifnya di hadapan peserta lain.
Acara yang diikuti sekitar 25 mahasiswa ini merupakan kali ketiga yang diselenggarakan sejak bulan Ramadan lalu dan diberikan secara gratis sebagai bentuk layanan kesejahteraan mahasiswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi pengerjaan jurnal menggunakan berbagai alat kreativitas, mempertegas komitmen DPPIS Unesa dalam meminimalisir isu kesehatan mental di lingkungan kampus melalui harmoni antara psikologi dan spiritualitas. ][
***
Reporter: Dinda Aulia (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: