
Dekan FBS, Syafiul Anam membuka acara yang dihadiri seluruh jajaran koordinator prodi, dosen, dan mahasiswa selingkung FBS.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Bulan Bahasa dan Seni, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dibuka di T4 Gedung FBS Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, pada Senin, 22 September 2025, malam.
Festival tahunan bertema “Ignite the Language, Unite the Arts” ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan dengan menyuguhkan berbagai kegiatan khas masing-masing program studi (prodi).
Mulai dari Festival Sastra Jawa, Festival Bahasa Indonesia, Deutsche Woche XXIX, hingga International Conference on Languages and Cultures (ICLC).
Pada November nanti juga ada Mandarin Festival, Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa Nasional (FTTPMN), Sengkuni 7, Japan Pop Culture, Sinestesia 8, English Week, dan puncak yaitu FBS Festival akhir November.
Pembukaan festival dimeriahkan dengan berbagai penampilan bahasa dan seni dari mahasiswa prodi selingkung FBS, mulai dari pembacaan puisi berantai, teatrikal tanzen, taiko, musik, hingga sajian modern dance dan tari tradisional.

www.unesa.ac.id
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Dekan FBS, Syafi'ul Anam, sebagai simbol resmi dimulainya Festival Bulan Bahasa dan Seni 2025, yang menjadi ikon tahunan fakultas dalam merayakan bulan bahasa.
Dekan FBS, Syafi'ul Anam menyampaikan bahwa pembukaan festival ini sebagai pemantik untuk rangkaian panjang festival bahasa dan seni.
“Pembukaan ini menjadi awal dimulainya festival bulan sekaligus pemantik semangat bagi seluruh elemen FBS untuk mensukseskan festival ini yang nanti gong-nya pada akhir November,” ujarnya.
Ia menuturkan, festival ini bukan kegiatan rutinitas tahunan yang seremonial, tetapi memiliki urgensi bagi penguatan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Sekaligus ini sebagai kontribusi yang berdampak dalam melestarikan bahasa, seni, dan budaya bangsa.

www.unesa.ac.id
“Festival ini dapat menjadi wadah silaturahmi antar mahasiswa dan pengembangan softskill, rangkaian festival ini membutuhkan persiapan dengan waktu yang lama, pastinya ada dinamika tersendiri, oleh karena itu festival ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan.” ungkapnya.
Selain itu, dia juga berharap festival ini dapat menjadi platform bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berprestasi. “Berkreasi dalam pameran seni dan berprestasi dalam lomba - lomba yang diselenggarakan di rangkaian acara ini” lanjutnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Laboratorium Seni FBS Unesa, Arif Hidayat berharap bahwa festival ini menjadi media interaksi bagi civitas akademika selingkung fakultas bahasa dan seni.
“Festival ini dapat membuka ruang interaksi antar mahasiswa, lembaga kemahasiswaan dan ormawa. Sehingga dalam interaksi tersebut akan timbul chemistry dan terbentuknya solidaritas sekaligus mengenal karakteristik masing-masing,” tuturnya.[]
***
Reporter: Lina Lubabatul Karimah (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: