
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Kementerian Riset dan Keilmuan menyelenggarakan Intersect Young Scientific Articles Competition atau INSPIRE, pada Minggu, 16 November 2025 di Auditorium Rektorat Unesa Lantai 11, Kampus II Lidah Wetan.
Kegiatan ini menggabungkan seminar dan kompetisi artikel ilmiah nasional ini menghadirkan ruang edukasi, kolaborasi, sekaligus kompetisi bagi pelajar SMA/SMK sederajat dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, INSPIRE mencatat antusiasme peserta yang tinggi dari tahun sebelumnya. Ratusan karya artikel ilmiah masuk dari berbagai provinsi, mencerminkan besarnya minat generasi muda terhadap riset dan penulisan ilmiah sebagai media penyampaian gagasan.
Sekretaris Jenderal BEM Unesa, Moh Syahrul Hanafi menuturkan bahwa INSPIRE tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran. Baginya, INSPIRE adalah ruang berproses. Ia ingin peserta memahami bagaimana gagasan disusun dan diuji secara ilmiah.
“Literasi riset harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu bersaing di tengah cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Ketua Pelaksana INSPIRE 2025, Adeline Aurel Yafi Septania, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman kompetitif sekaligus edukatif.
“Semoga, peserta pulang tidak hanya membawa pengalaman lomba, tetapi juga pemahaman lebih dalam mengenai riset dan penulisan ilmiah,” harapnya.
Adapun seminar INSPIRE 2025 menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi. Pertama, Mustaji, guru besar sekaligus Koorprodi S-3 Teknologi Pendidikan FIP Unesa, membawakan materi bertajuk “Inovasi Berbasis Riset: Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dan Industri (Dudi) untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”
Selanjutnya, Mustofa, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, menjelaskan materi berjudul “Memahami Makna Pembangunan Berkelanjutan dan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.”
Kompetisi artikel ilmiah tahun ini berlangsung sangat ketat. Setiap karya yang masuk dinilai secara menyeluruh oleh dewan juri melalui tiga indikator utama, yakni orisinalitas gagasan, ketajaman analisis, serta relevansi dengan tema besar “Sinergi Inovasi Berbasis Riset untuk Membangun Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Pada kategori pelajar, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gresik berhasil mendominasi dengan meraih juara pertama sekaligus juara kedua melalui dua tim terbaiknya.
Sementara itu, pada kategori mahasiswa, gelar juara pertama diraih Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, disusul Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai juara kedua, dan Politeknik STIA LAN Bandung yang berhasil menempati posisi ketiga.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim BEM Unesa
Share It On: